RSNU Jombang

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR STROKE: KENALI KEBENARANNYA, CEGAH RISIKONYA

Stroke merupakan salah satu kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Jika tidak segera ditangani, stroke dapat menyebabkan kerusakan otak yang berdampak pada kemampuan berbicara, bergerak, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.

Sayangnya, masih banyak anggapan keliru mengenai stroke yang beredar di masyarakat. Agar tidak salah memahami penyakit ini, mari kenali beberapa mitos dan fakta seputar stroke berikut.

  1. Mitos: Stroke hanya menyerang orang lanjut usia

Fakta: Stroke memang lebih sering terjadi pada orang lanjut usia, tetapi bukan berarti orang muda terbebas dari risiko. Stroke juga dapat menyerang usia produktif, terutama jika memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, gangguan irama jantung, dan kebiasaan merokok.

  1. Mitos: Gejala stroke yang hilang sendiri tidak perlu diperiksakan

Fakta: Gejala stroke yang muncul sementara kemudian menghilang tetap harus diwaspadai. Kondisi ini dapat merupakan Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan iskemik sementara, yang menjadi tanda peringatan meningkatnya risiko stroke. Segera periksakan diri ke rumah sakit meskipun gejalanya sudah membaik.

  1. Mitos: Stroke tidak dapat dicegah

Fakta: Sebagian besar risiko stroke dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat. Caranya antara lain mengontrol tekanan darah, menjaga kadar gula dan kolesterol, berhenti merokok, menjaga berat badan, rutin beraktivitas fisik, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  1. Mitos: Penderita stroke tidak mungkin pulih seperti semula

Fakta: Peluang pemulihan setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan stroke, bagian otak yang terdampak, serta kecepatan penanganan. Dengan pengobatan yang tepat dan rehabilitasi secara teratur, banyak pasien dapat mengalami perbaikan kemampuan bergerak, berbicara, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Kenali Gejala Stroke dengan Metode FAST

Selain memahami mitos dan faktanya, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda stroke sejak dini melalui metode FAST:

  1. F (Face): Wajah tampak tidak simetris atau menurun pada salah satu sisi.
  2. A (Arms): Salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat.
  3. S (Speech): Bicara pelo, tidak jelas, atau sulit berbicara.
  4. T (Time): Segera cari pertolongan medis jika gejala tersebut muncul. Jangan menunda ke rumah sakit.

Stroke bukan hanya penyakit yang menyerang usia lanjut dan bukan pula kondisi yang tidak dapat dicegah. Mengenali gejala, mengendalikan faktor risiko, serta mendapatkan penanganan medis secepat mungkin merupakan langkah penting untuk mengurangi dampak stroke.

Jangan abaikan gejala sekecil apa pun. Semakin cepat stroke ditangani, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

RSNU Jombang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan, dapat menghubungi 0821-3146-2851 atau datang langsung keRSNU Jombang, Jl. KH. Hasyim Asy’ari No. 211, Jombang. (Humas & Marketing RSNU Jombang)

Scroll to Top