Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang turut menyukseskan rangkaian acara Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Ahad (4/1/2026). Kontribusi ini diwujudkan melalui penyediaan layanan kesehatan bagi peserta selama kegiatan berlangsung. Rombongan napak tilas memulai perjalanan dari Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan menuju Pesantren Tebuireng, Jombang. Setibanya di Kota Santri ini, setelah ramah tamah di Pendopo Pemerintah Kabupaten Jombang para peserta bersama warga Nahdliyin setempat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju titik akhir di Pesantren Tebuireng.
Guna memastikan kondisi fisik peserta tetap prima, RSNU Jombang menyediakan posko kesehatan, ambulans, serta tenaga medis, dan obat-obatan. “Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan ideologis RSNU sebagai institusi pelayanan umat. Terlebih, RSNU Jombang berada di jalur sejarah dan rute spiritual yang menjadi saksi lahirnya Nahdlatul Ulama,” kata Direktur RSNU Jombang, Dr dr Ade Armada Sutedja SH.,MH.,MKP. Keterlibatan RSNU Jombang dalam pelayanan kesehatan bagi peserta napak tilas merupakan wujud nyata khidmah Nahdliyin dalam menjaga warisan perjuangan para muassis NU.
Menurutnya, napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik dari Bangkalan ke Tebuireng, tetapi perjalanan batin untuk menyambung sanad perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para pendiri NU. “Maka sudah sepatutnya kami di RSNU Jombang hadir untuk melayani dengan sepenuh hati, memastikan para peserta tetap sehat dan kuat dalam menapaki jejak sejarah yang agung ini,” tuturnya. Bagi RSNU, melayani kesehatan para pejalan napak tilas sama artinya dengan menjaga amanah para masyayikh. “Inilah bentuk khidmah yang konkret, mengabdi tanpa banyak bicara, melayani tanpa pamrih, sebagaimana nilai yang diwariskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari,” ujarnya.
dr Ade, sapaannya bersyukur dalam layanan kesehatan pada peserta terwujud sinergi lintas lembaga NU di Jombang, mulai dari RS UNIPDU Medika, RSIA Muslimat, RS Hasyim Asy’ari, hingga Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) di Jombang dan semua pihak yang terlibat secara bersama-sama. “Ini menunjukkan bahwa NU hadir secara nyata dalam pelayanan kemanusiaan,” jelasnya. “Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari doa panjang kita semua, agar NU di usia satu abad versi Masehi tetap istiqamah dalam jalan khidmah, kebangsaan, dan kemanusiaan,” pungkasnya.
